Dinsdag 28 Mei 2013

MAKALAH IPA KELOMPOK 2

Tugas  Kelompok II



MATERI DAN PERUBAHAN MATERI

D
I
S
U
S
U
N

OLEH:

DWI RAMADHANI
JULI SULISTIANI
SAIPUL ANWAR
TIA AZLINA

Jurusan PGMI 1/semester IV


FAKULTAS TARBIYAH




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
MEDAN
TA. 2013-2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa karena limpahan rahmat-Nya, kami diberi kesehatan wal’afiat, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang menjadi tugas mata kuliah IPA
            Makalah yang berjudul Materi dan Perubahan Materi ini merupakan aplikasi dari kami, selain untuk memenuhi tugas mata kuliah tersebut juga untuk memberikan pengetahuan tentang hal mengenai Materi dan Perubahan Materi.
            kami berharap, Makalah ini dapat bermanfaat dan memberi gambaran atau menjadi referensi dalam mengenal dan mempelajari Materi dan Perubahan Materi. Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

   Medan,  Mei 2013

Penulis








MATERI DAN PERUBAHANNYA
1.      Pengertian Materi
                        Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruangan.
Contohnya: besi, kayu, bangku, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari materi juga di kenal dengan nama “Zat dan Bahan”.
·         Zat       : Sebutan untuk sejumlah materi yang sifatnya spesifik (khusus). Contohnya : gula, garam, air dan lain-lain.
·         Bahan  : Sebutan untuk sejumlah materi yang kurang spesifik sifatnya. Contohnya : kayu, besi, tekstil, dan lain-lain. Setiap materi mempunyai sifat yang spesifik. Sifat ini dapat digolongkan ke dalam “Sifat Fisika dan Sifat Kimia”.

2.      Sifat Umum Materi
Ø  Sifat Fisika
            Sifat fisika adalah sifat yang berkaitan dengan penampilan atau  keadaan fisis materi, yaitu wujud, titik leleh, titik didih, indeks bias, daya hantar, warna, rasa, dan bau.
Sifat materi yang ada hubungannya dengan sifat fisika, antara lain :
1.      Titik leleh dan titik didih
2.      Berat jenis
3.      Indeksi bias
4.      Perubahan wujud
5.      Bentuk Kristal
6.      Daya hantar panas
7.      Daya hantar listrik
8.      Koefisien muai panjang
9.      Hambatan jenis
10.  Kalor jenis dan lain-lain.




Ø  Sifat Kimia
Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu materi, misal dapat terbakar, berkarat, mudah bereaksi, beracun, dan bersifat asam Sifat materi dapat pula digolongkan ke dalam sifat ekstensif dan sifat intensif. Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada jumlah (massa, volume, entalpi), dan sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada jumlah (warna, rasa, bau, massa jenis, wujud). Sifat fisis dapat berupa sifat ekstensif atau sifat intensif, tetapi sifat kimia semuanya tergolong sifat intensif.
Sifat materi yang mempunyai kecenderungan untuk mengadakan reaksi kimia, di antaranya:
1.      Keterbakaran
2.      Daya ionisasi
3.      Kereaktifan
4.      Kelarutan
5.      Bisa/ tidak bisa membusuk
6.      Beracun dan lain-lain.
Ditinjau dari ukuran dan jumlahnya, maka zat dan bahan atau materi mempunyai dua jenis yang berbeda yaitu:
a.       Sifat ektensif, yaitu sifat yang bergantung pada jumlah unsure zat
b.      Sifat itensif, yaitu sifat yang tidak tergantung pada ukuran jumlah zat.
Dan dari sekian banyak materi tersebut yang dipergunakan untuk membedakan materi yang satu dengan yang lainnya adalah massa jenis. Massa jenis tergantung juga pada suhu dan wujud materi.

3.      Pembagian Materi

1..Zat padat
Mempunyai ciri-ciri:
   §   Bentuk dan volumnya selalu padat
   §   Menemapati ruang
   §   Memiliki berat


Contoh:
http://pakbin.files.wordpress.com/2009/08/zat-padat.jpg
2. zat cair
Mempunyai bentuk selalu berubah mengikuti tempatnya dan volumenya.

Contoh :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP-dLVPchXzEER-es3dfyPXoxrk4RAEZMv0B2XQylyI40Ig-NHLrwGNcUaNCWXc4feLTPotW5eydLetWfp1iIJkqt4vKm0C00xsGrmLpNo-zIbTq5dL04ygvgepdMaWcAu_2G4lTkIDpCP/s320/sifat+benda+cair.jpg


3. Zat gas
            Mempunyai bentuk yang berubah-ubah sesuai dengan tempatnya, dapat dimampatkan, dan mempunyai massa.

Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLJBS2vueZp9yL2D9E4y_4_eU0RK9FY5Tc3hIs8hyphenhyphen-bjEFwVwBpnd-2LAK5cdOJzflON1_y_c956_bsqusR-0r9FBbxHsMmBvLmO7upFvSVxKManKSIb6SEtIitZXCQ7JlFLI2juHmk2LZ/s1600/sifat+benda+gas.jpg

PERUBAHAN MATERI
1.      Perubahan Kimia
      Perubahan kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru. Pada perubahan kimia hakekat zat mula-mula berbeda dengan hakekat zat baru yang dihasilkan. Semua reaksi kimia merupakan perubahan kimia. Pada perubahan kimia. Ciri perubahan kimia (reaksi kimia) yaitu adanya gelembung gas, terbentuknya endapan, terjadi perubahan warna, dan terjadi perubahan suhu.
      Perubahan materi yang bersifat kekal dan pada perubahan tersebut tidak terbentuk zat baru yang sifatnya berbeda dengan zat aslinya. Contohnya: besi berkarat, kayu di bakar. Perubahan kimia yang juga kekal dengan reaksi kimia,pada reaksi kimia berlaku Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier). Hukum kekekalan massa yaitu massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.

Contoh perubahan kimia :
  1. kertas terbakar
  2. pita magnesium terbakar
  3. reaksi antara logam Na dengan air
  4. nasi menjadi basi
  5. pembuatan tape
  6. lilin terbakar
  7. reaksi hidrolisis
  8. logam berkarat






2.      Perubahan fisika
Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru, hanya menyangkut perubahan keadaan (bentuk dan wujud).

Skema Perubahan Wujud Zat


Contoh perubahan fisika:
  1. air menguap
  2. es mencair
  3. lilin meleleh
  4. bongkahan belerang menjadi serbuk belerang
  5. lampu pijar menyala
  6. campuran air dengan pasir
  7. proses destilasi
  8. kawat nikrom dibakar hingga berpijar









3.       Perubahan sifat benda

a. Perubahan benda karena adanya pemanasan.

1.      Mencair : padat→ pemanasan→ cair
Batang coklat merupakan contoh benda padat vyang dapat berubah menjadi cair karena adanya pemanasan. Es di kutub bumi mencair karena adanya pemanasan global. Es yang dibiarkan diruang terbuka akan mencair. Es yang berbentuk balok akan menjadi air.
2.      Penguapan: cair→pemanasan→uap cair
Menguap merupakan perubahan benda dari wujud cair ke wujud gas. Sebagai contoh adalah air laut yang terkena panas matahari akan menguap.

b. Perubahan benda karena adanya pendinginan.

1.      Membeku: Cair → pendinginan → padat
Benda dapat mengalami perubahan wujud karena adanya pendinginan. Sebagai contoh adalah air yang dimasukkan kedalam frezer akan membeku menjadi es. Air merupakan wujud benda cair sedangkan es merupakan wujud benda padat.

2.      Mengembun : Uap air ( gas) → pendinginan → embun/hujan ( cair)
Uap air yang terbawa angin samapai di daerah yang lebih dingin( pegunungan ) akan berubah menjadi tetesan-tetesan air yang sering kita namakan embun/ hujan. Membuat hujan buatan.
a.       Masaklah air hingga mendidih dan keluar uap airnya
b.      Sediakan panci dan es batru
c.       Arahkan uap air ( gas) pada panci yang berisi yang berisi es ( pengembunan)
d.      Lama-kelamaan uap air akan menetes

3.      Menyublim : padat → gas= menyublim
Menyublim adalah perubahan benda dari wujud padat ke wujud gas. Kamper merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas. Kamper yang dibiarkan diruang terbuka lama-kelamaan akan habis, namun ruangan menjadi harun/ berbau. Bau yang muncul menandakan adanya suatu gas.
4.      Deposisi : Gas → padat = deposisi
Deposisi adalah perubahan benda dari wujud gas ke cwujud padat. Sebagai contoh adalah karbon dioksida ( benda gas) di mampatkan es kering ( benda padat). Es kering di buat oleh pabrik dan sering digunakan untuk memberikan efek asap pada pertunjukkan panggung.

c. Mengkristal
            Pembuatan garam merupakan contoh perubahan wujud mengkristal. Proses pembuatan garam  adalah : air laut pemanasan air laut menguap tinggalah mineral di dasar bak dan sedikit pemrosesan akan terbentuknya Kristal-jristal garam.
d.Perkaratan/korosi
            Pekaratan dapat menyebabkan perubahan sifat benda. Perubahan itu dapat  berupa warna, bau, kekerasan dan kelunturan. Besi yang berkarat akan mempunyai sifat yang rapuh, warnanyapun berubah kecoklat-coklatan. Usaha menghambat terjadinya korosi melapisi besi dengan cat, di pernikel,membuat logam campuran
e. Pembusukan
            Pembusukan merupakan perubahan sifat benda karena adanya aktifitas makhluk hidup (bakteri/mikroba dan jamur) didalam suatu benda. Makhluk hidup tersebut bias dari tumbuhan maupun hewan. Jamur merupakan tumbuhan yang dapat mengakibatkan suatu benda (makanan) mengalami pembusukan. Bakteri/mikroba merupakan contoh hewan yang dapat menyebabkan terjadinya pembusukan.






DAFTAR PUSTAKA
Gabriel, dr. J.F. Fisika Lingkungan. Jakarta: Hipokrates. 2001.
Imam, Poernomo. Fisika 1. Jakarta: Balai Pustaka. 1996.
Imam, Poernomo. Fisika 2. Jakarta : Balai Pustaka. 1997.


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking